Senin, 17 Oktober 2022

Analisis Semiotik Teks Surat Permohonan Maaf dan Surat Pernyataan Ferdy Sambo (2) : Deskripsi Leksikogramatika (Klausa, Verba, Nomina)


C.      DESKRIPSI LEKSIKOGRAMATIKA TEKS


 SURAT PERMOHONAN MAAF

a)        Deskripsi Klausa, Kelompok Verba, dan Kelompok Nomina

1.        Elipsis

Jakarta, 22 Agustus 2022

2.        Minor

Perihal: Permohonan maaf (T) kepada Senior dan Rekan Perwira Tinggi, Perwira Menengah, Perwira Pertama dan Rekan Bintara Polri (Q)

3.        Minor

Rekan dan senior (T) yang saya hormati (Q),

4.        Simpleks

Dengan niat (T) yang murni (E), saya (T) ingin menyampaikan rasa penyesalan dan permohonan maaf (T) yang mendalam (E) atas dampak (T) yang muncul secara langsung pada jabatan yang senior dan rekan-rekan jalankan dalam Institusi Polri atas perbuatan yang telah saya lakukan (Q).

5.        Simpleks

Saya (T) meminta maaf (T) kepada Senior dan rekan-rekan semua (T) yang secara langsung merasakan akibatnya (Q).

6.        Kompleks

a.      [1]  Saya (T) mohon permintaan maaf (T) saya (D) dapat diterima

b.  [2]  dan saya (T) menyatakan siap (T) untuk menjalankan setiap  konsekwensi sesuai hukum yang berlaku (Q).

7.        Kompleks

a.     [1]  Saya (T) juga siap menerima tanggung jawab (T)     

b.    [2]  dan menanggung seluruh (num) akibat hukum (T) yang dilimpahkan kepada senior dan rekan-rekan yang terdampak (Q).

8.        Kompleks

a.    [1]   Semoga kiranya, rasa penyesalan dan permohonan maaf (T) ini (D) dapat diterima dengan terbuka

b.   [2]   dan saya (T) siap menjalani proses hukum (T) ini (D) dengan baik (E)

c.   [3]   sehingga segera mendapatkan keputusan (T) yang membawa rasa keadilan bagi semua pihak (Q).

9a.  Elipsis

Terima kasih,

9b.  Elipsis

semoga Tuhan senantiasa melindungi kita semua.

10.  Minor

Hormat saya

11.  Elipsis

FERDY SAMBO, SH, SIK, MH

12.  Elipsis     

INSPEKTUR JENDERAL POLISI

 

Melihat deskripsi di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa teks Surat Permohonan Maaf ini dibentuk dengan 3 minor (klausa 2,3,10), 5 elipsis (klausa 1,9a,9b,11,12), 2 klausa simpleks (klausa 4,5), dan 3 klausa kompleks (klausa 6,7,8) yang dibentuk secara parataktik (hubungan ketergantungan yang bersifat sejajar).

Teks ini menggunakan kelompok nomina sederhana dan nomina kompleks, seperti pada: klausa 2: Permohonan maaf [kepada Senior...], klausa 3: rekan dan senior [yang saya hormati], klausa 4: dampak [yang muncul...], klausa 5: Senior dan rekan-rekan semua [yang secara...], klausa 6b: siap [untuk menjalankan setiap konsekwensi...], klausa 7b: seluruh akibat hukum [yang dilimpahkan kepada...], klausa 8c: keputusan [yang membawa...], klausa 9b: Tuhan [senantiasa...]. 

Kelompok verba dalam teks ini terdiri dari verba sederhana seperti pada klausa (5: meminta), (6b: menyatakan), (7b: menanggung), dan dominasi verba kompleks, seperti pada klausa (4: ingin menyampaikan), (6a: mohon – dapat diterima), (7a: juga siap - menerima), (8a: dapat diterima), (8b: siap – menjalani), (8c: segera mendapatkan). Beberapa klausa tidak mempunyai kelompok verba karena elipsis dan minor.

Adanya klausa kompleks, elipsis, dan minor dalam teks ini merupakan indikator bahwa teks ini bergaya bahasa lisan. Namun jika dilihat dari adanya klausa simpleks juga kelompok nomina dan kelompok verba yang dominan kompleks, meskipun terdapat nomina dan verba sederhana, maka teks ini pun memiliki kecenderungan ragam bahasa tulis.

Melihat sistem klausa dalam teks ini yang merupakan gabungan antara klausa simpleks dan kompleks dengan minor dan elipsis, juga sistem grupnya yang merupakan kombinasi kelompok nomina dan kelompok verba sederhana dan kompleks, maka dapat disimpulkan bahwa teks  ini memiliki kecenderungan gaya bahasa lisan-tulis.

 

SURAT PERNYATAAN

a)        Deskripsi Klausa, Kelompok Verba, dan Kelompok Nomina

1.        Minor

SURAT (T) PERNYATAAN (C)

2.        Minor

Saya (T) yang bertanda tangan di bawah ini (Q)

3.        Elipsis

Nama: FERDY SAMBO, SH, SIK, MH

4.        Elipsis

Pangkat: INSPEKTUR JENDERAL POLISI

5.        Elipsis

NIP: 73020260

6.        Elipsis

Alamat: KOMPLEKS POLRI DUREN TIGA NO 46 JAKSEL

7.        Simpleks

Dengan ini menyatakan permohonan maaf (T) yang sebesar-besarnya (E) kepada seluruh (Num) rekan-rekan sejawat Polri (T) atas penyampaian atau penjelasan informasi (T) yang tidak benar (E) tentang kronologis kejadian meninggalnya (T) Brigadir Nofriansyah Josua (D) di TKP Rumah Dinas Duren Tiga (Q).

8.        Kompleks

a.       [α]       Hal (T) tersebut (D) saya lakukan atas skenario (T) atau rekayasa fakta (T) yang saya buat (Q)

b.      [βx]      untuk menjaga kehormatan (T) keluarga saya (D).

9.        Simpleks

Berkaitan dengan kegiatan awal pengecekan dan pengamanan CCTV di Pos Satpam (T) yang diduga dilakukan oleh BJP. Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatria (Q) adalah benar (E) perintah (T) saya (D) selaku atasan (T) langsung (E) sesuai prosedur (T) yang diatur dalam Perkap 01 tahun 2015 tentang SOP penyelidikan (Q).

10.  Kompleks

a.    [1]  Terhadap viralnya DVR CCTV (T) Pos Satpam (D) yang rusak (E)

b.   [2] sehingga menimbulkan laporan polisi (T) di DITTIPIDSIBER BARESKRIM (T) POLRI (D)

c.   [3] dan dugaan (E) keterlibatan (T) beberapa (Num) anggota saya (D) adalah murni (E) perintah dan tanggung jawab (T) saya (D) selaku KADIV PROPAM (T) saat itu.

11.  Kompleks

a.       [1]        Dalam hal ini perlu saya (T) tegaskan

b.      [2”]      bahwa TIDAK ADA keterlibatan (T) BJB. Hendra Kurniawan dan KBP. Agus

Nurpatria (D) terkait pengrusakan (T) DVR CCTV Pos Satpam Duren Tiga (Q).

12.  Simpleks 

Adapun yang dilaporkan (T) oleh BJP. Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatria (Q) adalah adanya (E) tindakan pengamanan DVR CCTV di dalam rumah dinas Duren Tiga oleh Pusinafis Bareskrim Polri (T) yang tidak sesuai prosedur (Q).

13.Kompleks 

a.       [α]       Demikian surat (T) pernyataan (C) ini (D) saya buat

b.      [βx][1] agar dapat menjadi acuan dan keterangan (T) tambahan (E) untuk rekan-rekan Penyidik (Q),

c.       [2][α]   sehingga jangan sampai penyidik (T) memproses hukum orang (T) yang tidak bersalah (E),

d.      [βx]      mengingat BJP. Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatria (T) adalah aset (E) sumber daya manusia (T) Polri (D) yang sudah lama bertugas di Biro Paminal DIV Propam Polri (Q).

14.Kompleks

a.       [1]        Atas perhatian (T) nya (D)  saya (T) ucapkan terima kasih (T)

b.      [2][1]   dan saya (T) sampaikan

c.      [2”]      bahwa surat (T) pernyataan (C) ini (D) dibuat dengan sebenar-benarnya dan tanpa paksaan (T) dari pihak manapun (Q) serta sebagai pertanggung jawaban (T) saya (D) secara hukum dan atasan langsung (Q) pada saat peristiwa (T) tersebut (D).

15.Minor

Salam Hormat

16.Elipsis

Jakarta, 30 Agustus 2022

17.Elipsis

FERDY SAMBO, SH, SIK,MH

18.Elipsis

INSPEKTUR JENDERAL POLISI

 

Melihat deskripsi di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa teks Surat Pernyataan ini dibentuk dengan 3 minor (klausa 1,2,15), 7 elipsis (klausa 3,4,5,6,16,17,18), 3 klausa simpleks (klausa 7,9,12), dan 5 klausa kompleks (klausa 8,10,11,13,14). Klausa kompleks (8) dibentuk secara enhansi (perluasan makna klausa dengan cara melipat gandakan maknanya melalui tujuan), klausa (10) dibentuk secara parataktik (hubungan ketergantungan yang bersifat sejajar), klausa (11) dibentuk secara proyeksi lokusi (proyeksi secara perilaku verbal), klausa (13) dibentuk secara enhansi (perluasan makna klausa dengan cara melipatgandakan maknanya melalui tujuan dan alasan) dan parataktik, sedangkan klausa (14) dibentuk secara parataktik dan proyeksi lokusi.

Meskipun terdapat beberapa kelompok nomina sederhana, namun teks ini didominasi oleh kelompok nomina kompleks, seperti pada: klausa 2: Saya [yang bertanda tangan...], klausa 7: kronologis kejadian [meninggalkan...], klausa 8a: skenario atau rekayasa fakta [yang...], klausa 9: kegiatan awal pengecekan dan pengamanan DVR CCTV di Pos Satpam [yang diduga...], prosedur [yang diatur...], klausa 11b: pengrusakan [DVR CCTV...], klausa 12: yang dilaporkan [oleh...], adanya tindakan pengamanan DVR CCTV [di dalam...], klausa 13b: acuan dan keterangan tambahan [untuk...], klausa 13d: aset sumber daya manusia polri [yang sudah lama...], klausa 14c: paksaan [dari...], pertanggung jawaban saya [secara hukum dan...]. 

Kelompok verba dalam teks ini terdiri dari verba sederhana seperti pada klausa (7: menyatakan), (8b: menjaga), (9: adalah), (10a: viralnya), (10b: menimbulkan), (10c,12,13d: adalah), (11b: tidak ada), (14a: ucapkan), (14b: sampaikan), (14c: dibuat), dan verba kompleks, seperti pada klausa (4: ingin menyampaikan), (6a: mohon – dapat diterima), (7a: juga siap), (8a: saya lakukan), (11a: perlu - tegaskan), (13a: saya buat), (13b: dapat menjadi), (13c: jangan sampai – memproses hukum). Beberapa klausa tidak mempunyai kelompok verba karena elipsis dan minor.

Adanya klausa kompleks, elipsis, minor, dan dominasi verba sederhana dalam teks ini merupakan indikator bahwa teks ini bergaya bahasa lisan. Namun jika dilihat dari adanya klausa simpleks, beberapa verba kompleks, juga kelompok nomina yang dominan kompleks dengan embedding, meskipun terdapat beberapa nomina sederhana, maka teks ini pun memiliki kecenderungan ragam bahasa tulis.

Melihat sistem klausa dalam teks ini yang merupakan gabungan antara klausa simpleks dan kompleks dengan minor dan elipsis, juga sistem grupnya yang merupakan kombinasi kelompok nomina dan kelompok verba sederhana dan kompleks, maka dapat disimpulkan bahwa teks  ini memiliki kecenderungan gaya bahasa lisan-tulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Brigadir J Selama 3 Bulan : 11 Juli - 5 Oktober 2022

  11 Juli 2022 POLISI TEMBAK POLISI Brigadir J diberitakan tewas setelah insiden baku tembak di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo (FS), Komp...