C.
DESKRIPSI
LEKSIKOGRAMATIKA TEKS
SURAT PERMOHONAN MAAF
a)
Deskripsi
Klausa, Kelompok Verba, dan Kelompok Nomina
1.
Elipsis
Jakarta, 22 Agustus 2022
2.
Minor
Perihal: Permohonan maaf (T) kepada Senior dan Rekan Perwira Tinggi, Perwira Menengah, Perwira
Pertama dan Rekan Bintara Polri (Q)
3.
Minor
Rekan dan senior (T) yang saya hormati (Q),
4.
Simpleks
Dengan niat (T) yang murni (E),
saya (T) ingin menyampaikan rasa
penyesalan dan permohonan maaf (T)
yang mendalam (E) atas dampak
(T) yang muncul secara langsung
pada jabatan yang senior dan rekan-rekan jalankan dalam Institusi Polri atas
perbuatan yang telah saya lakukan (Q).
5.
Simpleks
Saya (T) meminta maaf (T)
kepada Senior dan rekan-rekan semua (T)
yang secara langsung merasakan akibatnya (Q).
6.
Kompleks
a. [1] Saya (T) mohon permintaan maaf (T) saya (D) dapat diterima
b. [2] dan saya (T) menyatakan siap (T) untuk menjalankan setiap konsekwensi sesuai hukum yang berlaku (Q).
7.
Kompleks
a. [1] Saya
(T) juga siap menerima tanggung
jawab (T)
b. [2] dan menanggung seluruh (num) akibat hukum (T) yang dilimpahkan kepada senior dan rekan-rekan yang terdampak (Q).
8.
Kompleks
a. [1] Semoga kiranya, rasa penyesalan dan permohonan maaf (T) ini (D) dapat diterima dengan terbuka
b. [2] dan saya (T) siap menjalani proses hukum (T) ini (D) dengan
baik (E)
c. [3] sehingga segera mendapatkan keputusan (T) yang membawa rasa keadilan bagi semua pihak (Q).
9a. Elipsis
Terima kasih,
9b. Elipsis
semoga Tuhan
senantiasa melindungi kita semua.
10. Minor
Hormat saya
11. Elipsis
FERDY SAMBO, SH,
SIK, MH
12. Elipsis
INSPEKTUR
JENDERAL POLISI
Melihat
deskripsi di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa teks Surat Permohonan Maaf
ini dibentuk dengan 3 minor (klausa 2,3,10), 5 elipsis (klausa 1,9a,9b,11,12),
2 klausa simpleks (klausa 4,5), dan 3 klausa kompleks (klausa 6,7,8) yang
dibentuk secara parataktik (hubungan ketergantungan yang bersifat sejajar).
Teks
ini menggunakan kelompok nomina sederhana dan nomina kompleks, seperti pada: klausa
2: Permohonan maaf [kepada Senior...], klausa 3: rekan dan
senior [yang saya hormati], klausa 4: dampak [yang muncul...], klausa
5: Senior dan rekan-rekan semua [yang secara...], klausa 6b: siap [untuk
menjalankan setiap konsekwensi...], klausa 7b: seluruh akibat hukum
[yang dilimpahkan kepada...], klausa 8c: keputusan [yang
membawa...], klausa 9b: Tuhan [senantiasa...].
Kelompok
verba dalam teks ini terdiri dari verba sederhana seperti pada klausa (5:
meminta), (6b: menyatakan), (7b: menanggung), dan dominasi verba kompleks,
seperti pada klausa (4: ingin menyampaikan), (6a: mohon – dapat diterima), (7a:
juga siap - menerima), (8a: dapat diterima), (8b: siap – menjalani), (8c:
segera mendapatkan). Beberapa klausa tidak mempunyai kelompok verba karena
elipsis dan minor.
Adanya
klausa kompleks, elipsis, dan minor dalam teks ini merupakan indikator bahwa
teks ini bergaya bahasa lisan. Namun jika dilihat dari adanya klausa simpleks
juga kelompok nomina dan kelompok verba yang dominan kompleks, meskipun
terdapat nomina dan verba sederhana, maka teks ini pun memiliki kecenderungan
ragam bahasa tulis.
Melihat
sistem klausa dalam teks ini yang merupakan gabungan antara klausa simpleks dan
kompleks dengan minor dan elipsis, juga sistem grupnya yang merupakan kombinasi
kelompok nomina dan kelompok verba sederhana dan kompleks, maka dapat
disimpulkan bahwa teks ini memiliki
kecenderungan gaya bahasa lisan-tulis.
SURAT PERNYATAAN
a)
Deskripsi
Klausa, Kelompok Verba, dan Kelompok Nomina
1.
Minor
SURAT (T) PERNYATAAN (C)
2.
Minor
Saya (T) yang bertanda tangan di bawah
ini (Q)
3.
Elipsis
Nama: FERDY SAMBO, SH, SIK, MH
4.
Elipsis
Pangkat: INSPEKTUR JENDERAL POLISI
5.
Elipsis
NIP: 73020260
6.
Elipsis
Alamat: KOMPLEKS POLRI DUREN TIGA NO 46
JAKSEL
7.
Simpleks
Dengan ini
menyatakan permohonan maaf (T)
yang sebesar-besarnya (E) kepada
seluruh (Num) rekan-rekan
sejawat Polri (T) atas penyampaian
atau penjelasan informasi (T) yang
tidak benar (E) tentang kronologis
kejadian meninggalnya (T) Brigadir
Nofriansyah Josua (D) di TKP
Rumah Dinas Duren Tiga (Q).
8.
Kompleks
a. [α] Hal (T) tersebut (D) saya lakukan atas skenario (T) atau rekayasa fakta (T) yang saya buat (Q)
b. [βx] untuk menjaga kehormatan (T) keluarga saya (D).
9.
Simpleks
Berkaitan dengan
kegiatan awal pengecekan dan pengamanan CCTV di Pos Satpam (T) yang diduga dilakukan oleh BJP.
Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatria (Q) adalah benar (E)
perintah (T) saya (D) selaku atasan (T) langsung (E) sesuai prosedur (T) yang diatur dalam Perkap 01
tahun 2015 tentang SOP penyelidikan (Q).
10. Kompleks
a. [1] Terhadap viralnya DVR CCTV (T) Pos Satpam (D) yang rusak (E)
b. [2] sehingga menimbulkan laporan polisi (T) di DITTIPIDSIBER BARESKRIM (T) POLRI (D)
c. [3] dan dugaan (E) keterlibatan (T) beberapa (Num) anggota saya (D) adalah murni (E) perintah dan tanggung jawab (T) saya (D) selaku KADIV PROPAM (T) saat itu.
11. Kompleks
a. [1] Dalam hal ini perlu saya (T) tegaskan
b. [2”] bahwa TIDAK ADA keterlibatan (T) BJB. Hendra Kurniawan dan KBP.
Agus
Nurpatria
(D) terkait pengrusakan (T) DVR CCTV Pos Satpam Duren Tiga
(Q).
12. Simpleks
Adapun yang
dilaporkan (T) oleh BJP.
Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatria (Q) adalah adanya (E)
tindakan pengamanan DVR CCTV di dalam rumah dinas Duren Tiga oleh Pusinafis
Bareskrim Polri (T) yang tidak
sesuai prosedur (Q).
13.Kompleks
a. [α] Demikian surat (T) pernyataan (C) ini (D) saya buat
b. [βx][1] agar dapat menjadi acuan dan keterangan (T) tambahan (E) untuk rekan-rekan Penyidik (Q),
c. [2][α] sehingga jangan sampai penyidik (T) memproses hukum orang (T) yang tidak bersalah (E),
d. [βx] mengingat BJP. Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatria (T) adalah aset (E) sumber daya manusia (T) Polri (D) yang sudah lama bertugas di Biro Paminal DIV Propam Polri (Q).
14.Kompleks
a. [1] Atas perhatian (T) nya (D) saya (T) ucapkan terima kasih (T)
b. [2][1] dan saya (T) sampaikan
c. [2”] bahwa surat (T) pernyataan (C) ini (D) dibuat dengan sebenar-benarnya dan tanpa paksaan (T) dari pihak manapun (Q) serta sebagai pertanggung jawaban (T) saya (D) secara hukum dan atasan langsung (Q) pada saat peristiwa (T) tersebut (D).
15.Minor
Salam
Hormat
16.Elipsis
Jakarta,
30 Agustus 2022
17.Elipsis
FERDY
SAMBO, SH, SIK,MH
18.Elipsis
INSPEKTUR
JENDERAL POLISI
Melihat
deskripsi di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa teks Surat Pernyataan ini
dibentuk dengan 3 minor (klausa 1,2,15), 7 elipsis (klausa 3,4,5,6,16,17,18), 3
klausa simpleks (klausa 7,9,12), dan 5 klausa kompleks (klausa 8,10,11,13,14).
Klausa kompleks (8) dibentuk secara enhansi (perluasan makna klausa dengan cara
melipat gandakan maknanya melalui tujuan), klausa (10) dibentuk secara parataktik
(hubungan ketergantungan yang bersifat sejajar), klausa (11) dibentuk secara
proyeksi lokusi (proyeksi secara perilaku verbal), klausa (13) dibentuk secara
enhansi (perluasan makna klausa dengan cara melipatgandakan maknanya melalui
tujuan dan alasan) dan parataktik, sedangkan klausa (14) dibentuk secara
parataktik dan proyeksi lokusi.
Meskipun
terdapat beberapa kelompok nomina sederhana, namun teks ini didominasi oleh
kelompok nomina kompleks, seperti pada: klausa 2: Saya [yang bertanda
tangan...], klausa 7: kronologis kejadian [meninggalkan...], klausa
8a: skenario atau rekayasa fakta [yang...], klausa 9: kegiatan awal
pengecekan dan pengamanan DVR CCTV di Pos Satpam [yang diduga...], prosedur
[yang diatur...], klausa 11b: pengrusakan [DVR CCTV...], klausa 12: yang
dilaporkan [oleh...], adanya tindakan pengamanan DVR CCTV [di dalam...], klausa
13b: acuan dan keterangan tambahan [untuk...], klausa 13d: aset sumber
daya manusia polri [yang sudah lama...], klausa 14c: paksaan [dari...],
pertanggung jawaban saya [secara hukum dan...].
Kelompok
verba dalam teks ini terdiri dari verba sederhana seperti pada klausa (7:
menyatakan), (8b: menjaga), (9: adalah), (10a: viralnya), (10b: menimbulkan),
(10c,12,13d: adalah), (11b: tidak ada), (14a: ucapkan), (14b: sampaikan), (14c:
dibuat), dan verba kompleks, seperti pada klausa (4: ingin menyampaikan), (6a:
mohon – dapat diterima), (7a: juga siap), (8a: saya lakukan), (11a: perlu -
tegaskan), (13a: saya buat), (13b: dapat menjadi), (13c: jangan sampai –
memproses hukum). Beberapa klausa tidak mempunyai kelompok verba karena elipsis
dan minor.
Adanya
klausa kompleks, elipsis, minor, dan dominasi verba sederhana dalam teks ini
merupakan indikator bahwa teks ini bergaya bahasa lisan. Namun jika dilihat
dari adanya klausa simpleks, beberapa verba kompleks, juga kelompok nomina yang
dominan kompleks dengan embedding, meskipun terdapat beberapa nomina sederhana,
maka teks ini pun memiliki kecenderungan ragam bahasa tulis.
Melihat sistem klausa dalam teks ini yang merupakan gabungan antara klausa simpleks dan kompleks dengan minor dan elipsis, juga sistem grupnya yang merupakan kombinasi kelompok nomina dan kelompok verba sederhana dan kompleks, maka dapat disimpulkan bahwa teks ini memiliki kecenderungan gaya bahasa lisan-tulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar