b) Deskripsi Mood, Tema, dan Transitifitas
SURAT PERMOHONAN MAAF
1.
Elipsis
2.
Minor
3.
Minor
4.
Deklaratif; proposal
5.
Deklaratif; proposal
6a. Imperatif; proposal
6b. Deklaratif; proposisi
7a. Deklaratif; proposisi
7b. Deklaratif; proposisi
8a. Imperatif; proposal
8b. Deklaratif; proposisi
8c. Imperatif; proposal
9a. Elipsis
9b. Elipsis
10. 10. Minor
11. 11. Elipsis
12. 12. Elipsis
Dilihat
dari jenis MOOD, teks tersebut dibentuk melalui 6 klausa deklaratif dan 3
klausa imperatif. Akan tetapi jika dilihat makna Mood-nya, teks tersebut terdiri
dari 4 klausa proposisi (6b,7a,7b,8b), dua diantaranya terlihat dari
predikatornya yang termodalisasi (7a,8b: siap) dan 5 klausa proposal (4,5,6a,8a,8c), empat
diantaranya tampak dari dari predikatornya yang termodulasi (4:ingin,
6a:mohon-dapat, 8a:dapat, 8c: segera).
Teks
ini mempunyai 1 tema pokok yaitu permohonan maaf Ferdy Sambo kepada senior dan
rekan Perwira dan Bintara Polri. Sementara pada setiap klausanya terdiri dari 7
tema unmarked (saya, rasa penyesalan dan permohonan maaf), 1 tema marked (dengan
niat murni), dan 5 tema tekstual berupa kata penghubung. Dengan demikian, tema
pada setiap klausanya masih berorientasi pada tema pokoknya.
Sistem
transitifitas teks ini terdiri dari 7 proses perilaku verbal (4,5,6a,6b,7a,7b,8b)
dan 2 proses perilaku mental (8a,8c). Proses perilaku verbal sangat erat dengan
fungsi klausa yang menggambarkan permohonan/permintaaan dan pernyataan
kesediaan pembuat surat. Sementara proses perilaku mental menggambarkan harapan
dan doa pembuat surat.
SURAT PERNYATAAN
1.
Minor
2.
Minor
3.
Elipsis
4.
Elipsis
5.
Elipsis
6.
Elipsis
7.
Deklaratif; proposisi
8a.
Deklaratif; proposisi
8b.
Deklaratif; proposisi
9.
Deklaratif; proposisi
10a.
Deklaratif; proposisi
10b.
Deklaratif; proposisi
10c.
Deklaratif; proposisi
11a.
Deklaratif; proposal
11b.
Deklaratif; proposisi
12.
Deklaratif; proposisi
13a.
Deklaratif; proposisi
13b.
Deklaratif; proposal
13c.
Imperatif; proposal
13d.
Deklaratif; proposisi
14a.
Deklaratif; proposisi
14b.
Deklaratif; proposisi
14c.
Deklaratif; proposisi
15.
Minor
16.
Elipsis
17.
Elipsis
18.
Elipsis
Dilihat
dari jenis MOOD, teks tersebut dibentuk melalui 16 klausa deklaratif dan 1
klausa imperatif. Akan tetapi jika dilihat makna Mood-nya, teks tersebut terdiri
dari 14 klausa proposisi (7,8a,8b,9,10a,10b,10c,11b,12,13a,13d,14a,14b,14c) dan
3 klausa proposal (11a,13b,13c) yang tampak dari dari predikatornya yang
termodulasi (11a:perlu, 13b:dapat, 13c:jangan sampai)
Teks
ini mempunyai 1 tema pokok yaitu pernyataan Ferdy Sambo atas penyampaian atau
penjelasan informasi yang tidak benar tentang kronologi meninggalnya Brigadir
Nofriansyah Josua. Sementara pada setiap klausanya bervariasi. Terdapat 9 tema
unmarked berupa subjek, yaitu:
Klausa
8a: hal tersebut (penyampaian atau penjelasan informasi yang tidak benar
tentang kronologis meninggalnya Brigadir Norfriansyah Josua di TKP Rumah Dinas
Duren Tiga),
Klausa
9: kegiatan awal pengecekan dan pengamanan CCTV di pos satpam yang diduga
dilakukan oleh BJP. Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatriya,
Klausa
10c: dugaan keterlibatan beberapa anggota saya,
Klausa
12: yang dilaporkan oleh BJP. Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatriya,
Klausa
13a dan 14c: surat pernyataan ini,
Klausa
13d: BJP. Hendra Kurniawan dan KBP. Agus Nurpatriya,
Klausa
14a dan 14b: saya
Kemudian
1 tema marked (atas perhatiannya) pada klausa (14a), dan 14 tema tekstual
berupa kata penghubung pada klausa
(7,8b,9,10b,10c,11a,11b,12,13a,13b,13c,13d,14b,14c). Dengan demikian, tema pada
setiap klausanya tampak tidak menjelaskan tema pokoknya.
Sistem
transitifitas teks ini terdiri dari 5 proses perilaku mental
(8a,8b,13a,13c,14c), 2 proses perilaku verbal (7,11a), 4 proses relasional
atributif (9,10c,13b,13d), 1 proses relasional identifikasi (12), 2 proses
material (10a,10b), 2 proses verbal (14a,14b), dan 1 proses eksistensial (11b).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar